Tak terasa, kini mulai memasuki bulan suci ramadhan lagi. Ini adalah yang kedua kalinya, menikmati ramadhan bersama wabah yang sedang melanda negeri tercinta. Virus covid 19 yang sedang dilawan oleh seluruh umat manusia, sangat memberikan efek buruk. Terutama dari sisi kesehatan, ekonomi dan sosial. Sejak datangnya wabah ini, penghasilan ayahku menjadi tak menentu. Tapi, pada bulan yang suci ini, berkah ramadhan menghampiri keluargaku. Ijinkan aku membagikan cerita ramadhan ini agar pembaca dapat mengambil sisi positifnya.
Pandemi Merenggut Berkah Kami
Sejak adanya virus covid 19, aku jarang sekali melihat ayah tersenyum. Setiap pulang berdagang, ayah pasti murung. Sejujurnya saat itu tidak terpikirkan olehku bahwa akan datang berkah ramadhan pada kami. Sebab wabah ini seperti merenggut kebahagiaan keluarga kami. Aku bisa merasakan bahwa ayah sangat khawatir dengan perekonomian keluarga. Ibuku hanya seorang ibu rumah tangga, sehingga tidak bisa membantu banyak untuk memperbaiki keadaan ekonomi keluarga. Sedangkan adikku masih sekolah dan hendak masuk ke perguruan tinggi, pasti membutuhkan biaya. Aku sendiri memang masih bekerja, alhamdulillah tempat kerjaku tak terpengaruh oleh wabah ini. Aku hanya bisa membantu semampuku.
Berkah Ramadhan Datang
Hingga akhirnya bulan suci ramadhan datang, namun perekonomian keluarga kami tak kunjung membaik. Bahkan ayah mulai menggunakan uang tabungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Cepat atau lambat, uang tabungan ayah pasti akan habis. Untungnya belum ada kebutuhan pengeluaran yang cukup besar. Satu hal yang aku kagumi adalah sikap ibu, beliau sama sekali tidak mengeluh dengan keadaan ini. Bahkan saat ini beliau memiliki hobi baru, yaitu mengumpulkan plastik bekas untuk dijadikan bunga hias.

Awalnya ibu hanya membuat bunga hias untuk mengisi waktu luang sambil menunggu berbuka puasa. Tapi hal yang tak terduga terjadi, berkah ramadhan datang menghampiri. Tetanggaku (sebut saja Susan) yang sedang main ke rumahku, melihat bunga yang dibuat ibu. Susan sangat menyukai bunga plastik tersebut, kemudian hendak membelinya. Tapi ibu menolak, sebab bahan yang digunakan untuk membuat bunga tersebut adalah plastik bekas. Akhirnya mereka berdua membuat kesepakatan. Susan meminta ibu untuk membuat bunga plastik dari bahan-bahan yang baru dibeli.
Berkah Ide, UMKM Berkembang
Sejak kesepakatan ibu dan Susan, muncul ide untuk membangun sebuah UMKM. Ide itu mengalir begitu saja seakan mendapat jalan dari sang Maha Kuasa, benar-benar berkah ramadhan. Aku yang melihat peluang itu, akhirnya memberikan modal untuk membeli bahan-bahan yang cukup banyak. Rencananya, aku dan adikku juga ingin belajar membuat bunga plastik agar bisa membantu ibu. Yah, lumayanlah, walaupun sedikit tapi kami bisa membantu ibu dalam menjalankan UMKM yang baru dicetuskannya.
Tak disangka, beberapa hari kemudian Susan datang lagi pada ibu dan memesan bunga plastik yang cukup banyak. Ternyata Susan memposting bunga plastik tersebut ke media sosialnya, dan banyak teman-teman yang tertarik. Aku dan adikku pun ikut memposting gambar-gambar bunga plastik buatan ibu ke media sosial kami. Tak hanya itu, produk yang dibuat ibu juga mulai terkenal dari mulut ke mulut. Sungguh berkah yang tak terduga di masa sulit seperti ini.
Partner UMKM
Selain aku dan adikku, kini ibu mempunyai partner lagi, yaitu ayah. Semenjak dagangannya sepi, ayah memutuskan untuk membantu ibu dalam mengembangkan UMKM yang kini terlihat menjanjikan. Oh iya, ada satu lagi yang menjadi partner ibu saat ini, yaitu jasa pengiriman barang JNE. Musabab jangkauan bisnis ibu yang semakin luas, maka dari itu ayah tidak sanggup lagi, jika harus mengirim barang sampai ke luar kota. Oleh sebab itu, ibu memilih jasa pengiriman barang JNE sebagai partner. Selain murah, JNE juga sudah masuk ke wilayah-wilayah terpencil sehingga mudah terjangkau. Jadilah ibu memilih JNE sebagai partnernya.

Produk UMKM
Berkah ramadhan memang datang tanpa diduga sama sekali. Kini perekonomian kami mulai membaik, walaupun dunia belum sepenuhnya pulih. Semoga virus covid 19 segera pergi dan aktivitas kembali normal seperti sedia kala. Agar produk yang dibuat oleh semua UMKM di indonesia dapat berkembang tanpa halangan. Aku ingin memperlihatkan beberapa produk karya anak bangsa yang mampu memberikan nafas segar bagi perekonomian keluarga. Berikut ini produk UMKM ibu.






Tempat Favorit Di Tengah Bulan Suci
Hanya sebatas intermezzo, kami sekeluarga memiliki 3 tempat favorit di tengah bulan suci ini. Apakah ada yang bisa menjawab tempat apa itu? Silahkan tulis di kolom komentar yah, pastikan tidak melihat kunci jawaban yang ada di bawah ini! Ya, sejak datangnya bulan suci dan berkembangnya UMKM ibu, kami sekeluarga memiliki 3 tempat favorit yang sering dikunjungi. Tempat tersebut adalah: (jelas) Rumah, Masjid, dan kantor JNE. Sukses selalu untuk jasa pengiriman barang JNE, yang sudah membantu dan menjadi partner UMKM kami. Salam sejahtera, terima kasih.

Saran
Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.
PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…
