Tempat wisata di Kuningan adalah tempat yang sering aku kunjungi, karena Kuningan identik dengan pegunungan yang menyejukan. Salah satu tempat favoritku adalah Palutungan, sebab disana terdapat air terjun yang mudah untuk di jangkau. Selain airnya yang jernih, juga terdapat hutan pinus yang indah. Maka dari itu, aku sering sekali mengunjungi tempat ini. (Sebelum menyadari adanya wisata Ipukan, di dekat Palutungan).
Waktu itu aku sedang dalam perjalanan pulang, sehabis menikmati hutan pinus di Palutungan. Sekitar 300 meter setelah keluar pintu Palutungan, aku melihat papan penanda jalan dengan tulisan “IPUKAN”. Sepertinya itu adalah nama tempat wisata di Kuningan, hal ini membuat aku penasaran. Namun, karena hari sudah mulai sore, aku melupakan rasa penasaranku itu. Akan tetapi, dalam hati terus berbicara, “suatu saat nanti aku akan kesitu”.
Tujuan Berikutnya – Ipukan
Beberapa minggu kemudian, aku libur kerja. Hal pertama yang aku pikirkan adalah tempat wisata di Kuningan, Bumi perkemahan Ipukan. Tak pikir panjang, setelah pulang kerja, aku langsung bergegas untuk pulang ke kampung halaman tercinta, Cirebon. Rencana nya, aku akan pergi ke wisata Kuningan tersebut pada esok harinya. Perjalanan dari Bekasi menuju Cirebon membutuhkan waktu sekitar 4 jam.
Keesokan harinya, aku langsung bersiap untuk pergi ke tempat tersebut. Kali ini, aku ditemani Eca. Setelah semua beres, sekitar pukul 10:00 WIB, kami berangkat. Aku tak perlu lagi melihat rute jalan, karena sudah hafal. Bagaimana tidak, jalan menuju Ipukan melewati rute yang sama seperti rute ke Palutungan. Rute tersebut sudah sangat aku hafal, karena Palutungan adalah tempat wisata di Kuningan yang sering aku kunjungi. Bahkan, hampir dipastikan setiap tahun aku dan Eca pergi kesana.

Perjalanan dari rumah menuju papan penunjuk jalan “IPUKAN” memakan waktu sekitar 2.5 jam, hampir sama seperti ke Palutungan. Sedangkan dari papan penunjuk jalan tersebut, menuju tempat tujuan membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Jika ditotal, perjalanan kami membutuhkan waktu sekitar 3 jam.
Sebenarnya untuk ke tempat ini sangat mudah, apalagi jika sudah tahu jalan untuk menuju ke Palutungan. Karena tempat berdirinya papan penunjuk jalan “IPUKAN” berada sekitar 300 meter sebelum palutungan, lebih tepatnya di tempat simaksi jalur palutungan. Dari situ, hanya perlu mengikuti jalan saja. Karena tempat wisata di Kuningan untuk kemping ini, berada di ujung jalan. Tempat ini juga merupakan jalur pendakian, bagi para pendaki yang ingin menaklukan puncak Ciremai.

Tempat Wisata Kuningan untuk Keluarga
Setelah melewati perjalanan yang sangat indah (karena bisa melihat perkotaan dibawah), akhirnya kami sampai juga. Sejujurnya, aku dan Eca baru pertama kali ke tempat ini. Padahal, jika dipikir-pikir, kami sering sekali melewati jalan ini. Hal pertama yang aku lihat dan menarik perhatian adalah hutan pinus, dengan beberapa tenda yang menghiasi. Karena mungkin tempat ini identik dengan jalur pendakian, maka tersedia tenda-tenda untuk disewakan bagi pengunjung yang ingin kemping.

Hutan pinus yang cukup luas dan rindang, membuat suasana menjadi sejuk. Kontur tanahnya juga membentuk seperti tingkat, yang menambah kealamian tempat wisata di Kuningan ini. Tempat parkirnya juga tidak terlalu jauh, karena bisa dilihat saat menjelajahi tempat ini. Tempat yang cocok untuk berlibur bersama keluarga. Mengajak keluarga untuk kemping di ipukan ini pun sepertinya bukan ide yang buruk, sebab bisa mengenalkan alam ini pada anak. Ditambah penyewaan peralatan kemping yang mudah dan murah, membuat tempat ini sangat direkomendasikan.

Dari tempat parkir, kami langsung menuju ke atas. Terlihat ada tanah terbuka yang cukup luas, sepertinya tempat untuk menyalakan api unggun saat kemping. Dari atas, semua pemandangan lebih jelas terlihat. Sebab, tanahnya terbuka dan tidak ada pohon pinus di tanah lapang tersebut. Dari situ, semua pemandangan dibawahnya terlihat jelas. Samudera diatas awan juga menambah keindahannya, mengagumkan.

Diberberapa titik, terdapat spot-spot untuk berswafoto yang instagramable. Ada sebuah bangunan yang berbentuk Love, tangga dari kayu dan menyerupai balkon dengan pemandangan di depannya. Pemandangan tersebut berupa jajaran pegunungan, hutan, dan kota yang ada di bawahnya. Semua itu terlihat sangat jelas.


Hal menarik lainnya adalah dua air terjun yang ada di tempat wisata Kuningan ini. Yaitu air terjun cipayung dan air terjun cisurian. Setelah kami puas menikmati pemandangan samudera diatas awan, tujuan selanjutnya adalah dua air terjun tersebut.

Air Terjun Cipayung – IPUKAN

Tempat air terjun ini dengan tanah lapang tidak terlalu jauh, yaitu sekitar 200 meter. Namun kami harus menuruni tebing-tebing, yang disampingnya dibatasi oleh pepohonan dan bambu yang dibuat sangat alami. Tepat sebelum tebing, terdapat pos penjaga. Kami harus membayar kembali di pos tersebut, agar dapat masuk ke air terjun.

Setelah melewati pos tersebut, kami mulai menuruni tebing. Bentuk dan relief tebing ini sangat indah, ditambah dengan perpaduan warnanya. Namun begitu, kami harus berhati-hati karena jalan di tebing ini cukup licin. Saat sampai di dasar tebing, terdapat sebuah lembah. Sungai yang jernih menghiasi lembah ini, ditambah dengan pemandangan air terjun yang menawan. Air terjun cipayung (curug cipayung) namanya.


Sepertinya, nama cipayung diberikan karena bentuk air terjun ini mirip dengan payung. Saat terkena air sungai yang jatuh, bentuk airnya menyerupai payung yang terkena air hujan. Sangat indah, dan menenangkan tentunya. Suasana yang sunyi sangat cocok untuk menyendiri, dan menenangkan hati. Sebenarnya, bisa saja aku mandi disini. Namun karena kamar gantinya jauh (ada diatas), maka aku mengurungkan niatku untuk mandi.

Aku hanya bermain-main dengan air sungai dibawah air terjun saja, untuk menikmati segarnya air pegunungan. Aroma hutan juga masih sangat terasa disini, ditambah dengan suara ranting pohon yang saling beradu menambah ke-alamian-nya. Setelah beberapa menit menikmati air terjun cipayung, kami bergegas untuk menuju tempat selanjutnya di ipukan, yaitu air terjun cisurian.
Air Terjun Cisurian – IPUKAN

Setelah menaiki tebing, dan berjalan sekitar 200 meter dari air terjun cipayung. Akhirnya, kami sampai di air terjun cisurian (curug cisurian). Berbeda dengan air terjun cipayung, tempat air terjun cisurian ini lebih mudah dijangkau. Karena tidak berada dilembah, dan tidak menuruni tebing. Hanya saja harus melewati bebatuan besar, hal ini membuat keindahan tersendiri.


Namun begitu, tempat ini tidak lebih baik jika dibandingkan dengan cipayung. Saat kami sampai di air terjun cisurian, terdapat beberapa anak muda yang sedang merokok disana. Sampah-sampah akibat tangan ‘monyet kota’ pun mewarnai tempat ini, salah satunya adalah puntung rokok. Ironis memang, mengingat tempat ini sangat alami dan menyegarkan. Harus dikotori oleh tingkah bodoh ‘monyet kota’, yang tidak punya otak.

Aku dan Eca tidak berlama-lama disitu, karena kami tidak bisa menikmati ketenangan yang disebabkan oleh kegaduhan suara manusia. Beberapa titik juga terlihat longsor, membuat kami tidak bisa menikmati segarnya air pegunungan. Selain itu, aku juga tidak tega bila harus berlama-lama melihat keindahan air terjun cisurian yang ternodai. Sebelum pergi, aku mengambil beberapa puntung rokok untuk dibuang ke tempat sampah. Setidaknya, dengan begitu aku bisa mengurangi rasa sakit alam ini.
Fasilitas di Perkemahan IPUKAN
Setelah mengunjungi dua air terjun di ipukan, kami memutuskan untuk istirahat sejenak. Setelah itu, dilanjut dengan mengitari seluruh sudut tempat wisata di Kuningan ini. Jika aku amati, walaupun tempat ini sangat alami dan dekat dengan hutan, namun fasilitas disini cukup lengkap. Hal ini sangat memudahkan para pengunjung, dan membuat rasa nyaman tambahan.
Toilet
Fasilitas pertama yang sangat dibutuhkan adalah toilet. Dari yang aku lihat, disini memiliki dua titik toilet. Titik yang pertama yaitu di dekat musholah, ditempat ini terdapat empat toilet yang bisa digunakan. Satu titik lagi berada di antara kantin/warung, setidaknya ada enam toilet di titik ini. Bukan hanya buang air saja, para pengunjung juga bisa mandi di toilet ini.

Kondisi toilet disana cukup bersih, karena memang dijaga dan selalu rutin dibersihkan. Namun jangan heran bila keran air disana selalu mengalir (tidak bisa dimatikan), sebab sepertinya air tersebut diambil langsung dari sungai. Jadi, tidak memungkinkan jika dimatikan.
Musholah
Bagi pengunjung yang beragama islam, tidak perlu khawatir mencari tempat untuk sholat. Karena di ipukan ini, juga terdapat musholah. Bagi wanita yang tidak membawa mukena juga jangan khawatir, sebab sudah disediakan mukena di musholah ini. Setidaknya, musholah ini cukup untuk menampung sekitar 20-40 orang. Jadi, bisa digunakan juga untuk sholat berjamaah.

Warung/Kantin
Di tempat wisata Kuningan ini juga terdapat banyak kantin/warung, jadi tidak perlu khawatir memikirkan persediaan logistik. Makanan yang ditawarkan juga cukup beragam, mulai dari mie instan, nasi, ayam goreng, siomay, dan sebagainya. Namun aku tidak mengetahui apakah kantin/warung ini buka sampai malam atau tidak, karena saat itu aku pulang pada sore hari. Untuk harga, makanan dan minuman di kantin/warung ini juga masih dalam taraf normal. Warung/kantin ini berada di bawah hutan pinus, sehingga membuatnya semakin nyaman untuk menikmati hidangan.
Sewa Peralatan Kemping
Di perkemahan ipukan juga menyediakan peralatan kemping seperti tenda, tikar, dan sebagainya, untuk disewakan. Jadi, jika pengunjung ingin kemping, namun tidak memiliki tenda dan sebagainya, tak perlu risau. Sebab, bisa menyewa peralatan kemping disini. Tempat kemping ipukan sangat rekomended, terutama untuk menikmati hutan pinus bersama keluarga. Selain itu, pada malam hari juga akan terlihat indah. Dimana para pengunjung dapat melihat lampu perkotaan dibawahnya.


Biaya Masuk dan Fasilitas IPUKAN
Jika ditotalkan, biaya untuk dapat menikmati semua ini terbilang cukup murah. Biaya-biaya nya sebagai berikut. :
- Biaya masuk : Rp.20.000/orang.
- Biaya parkir : Rp.2.000/motor.
- Biaya masuk curug cipayung : Rp.5.000/orang.
- Toilet: Seikhlasnya.
- Biaya sewa peralatan kemping: Rp.70.000
Dapat dilihat pada daftar tersebut, untuk menikmati semua fasilitas disini, tidak lebih dari Rp.100.000/malam. Tinggal pilih saja, apakah ingin menikmati malam di hotel yang mahal, atau paket irit keindahan alam.
Aku sendiri belum kesampaian kemping disini, sebab ada pekerjaan yang selalu membayangi. Mungkin suatu saat nanti, aku akan kemping di ipukan ini. Menikmati keindahan malam, dan dinginnya angin di tengah hutan.
Lokasi
Jika teman-teman ingin mengunjungi tempat ini, silahkan bisa cek di google maps berikut.
Saran
Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.
PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…
